Berita DaerahPolitikWaykanan

Adipati Minta Dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi Dalam Pembangunan Perekonomian di Way Kanan

Way Kanan (Suarapedia.id) — Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya meminta dukungan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Lampung dalam hal urusan pemerintahan konkuren yang menjadi dasar atas pelaksanaan otonomi daerah.

Diantaranya pengembangan food estate di Kecamatan Bahuga, Buay Bahuga, Bumi Agung, Way tuba dan Blambangan Umpu. Kemudian pemberdayaan masyarakat miskin, pengembangan pendidikan menegah (SMA dan SMK) di Kabupaten Way Kanan.

“Pengembangan komoditas unggulan untuk didukung pasaran terhadap pengembangan komoditas kopi dan lada yang menjadi icon Lampung, disamping juga pengembangan karet, sawit, padi, tebu dan singkong,” kata Raden Adipati Surya, Jum’at,(25/03/2022).

Adipati mengungkapkan kondisi perekonomian di Way Kanan selama 3 tahun terakhir terjadi fluktuasi yang cukup besar. Pandemi covid-19 yang mulai terjadi pada Maret 2020 mengakibatkan terkontraksinya pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar 1,16%.

“Pada tahun 2019 ekonomi masih tumbuh sebesar 5,17%, dan akhirnya pada tahun 2021 mulai terjadi pemulihan ekonomi ditandai dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,90%,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan perekonomian daerah ditopang oleh lapangan usaha pertanian dengan kontribusi terhadap PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2021 mencapai 34,68% dengan laju pertumbuhan mencapai 0,60%.

Disusul oleh lapangan usaha industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 22,74% dan laju pertumbuhan mencapai 5,90%. Selanjutnya lapangan usaha perdagangan dengan kontribusi mencapai 9,95% dan laju pertumbuhan 6,29%.

“Kemudian lapangan usaha kontruksi dengan kontribusi mencapai 8,57% dan laju pertumbuhan mencapai 6,05%,” ungkap Adipati.

Sementara itu, pembangunan SDM hingga saat ini terus ditingkatkan. Terlihat dari IPM pada tahun 2020 sebesar 67,44 meningkat menjadi 67,57 di 2021. Hal tersebut ditopang oleh semakin baiknya angka harapan hidup yang terus mengalami peningkatan, di tahun 2020 baru mencapai 69,40, meningkat menjadi 69,46 di 2021.

Untuk angka rata-rata lama sekolah juga mengalami peningkatan, pada tahun 2020 baru mencapai 7,70 meningkat menjadi 7,71 di 2021. Kemudian, angka harapan lama sekolah tahun 2020 sebesar 12,36 meningkat menjadi 12,37 di 2021.

“Serta angka pengeluaran perkapita disesuaikan tahun 2020 sebesar Rp9.102.000 meningkat pada tahun 2021 menjadi Rp 9.173.000,” kata dia.

Bupati menilai arah kebijakan dan program pembangunan tahun 2023 adalah upaya untuk menjawab berbagai persoalan aktual yang akan dirasakan kedepannya oleh masyarakat. (MOES)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button