Orang Tua Korban Penganiayaan SMAN 1 Menggala Meminta Keadilan Hukum Kepada Kejari
Redaksi Daerah
Tulangbawang (Suarapedia.Id) – Insiden penganiayaan anak yang terjadi di SMA Negeri 1 Menggala Tulangbawang menuai sorotan, menjadi catatan bahwa dilema yang dialami seorang anak sekolah membuatnya trauma yang mendalam.peristiwa kelam penganiayaan itu terjadi pada Senin 19 September 2022 yang lalu.
Elian orang tua dari korban penganiayaan meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar masalah ini harus ditangani serius dan meminta keadilan.Elian mendatangi Kejari Tulangbawang agar kasus anaknya bisa diproses dengan cepat dan kooperatif.
“Kami selaku orang tua berharap agar aparat penegak hukum dapat merespon tuntutan masalah penganiayaan agar di tindak lanjuti cepat sesuai UUD yang berlaku,” ujar Elian di kantor Kejari Tuba, Selasa (21/3/2023).
Elian mengatakan Kejahatan yang menimpa anaknya tersebut segera di proses secara hukum yang berlaku, proses persidangan dalam menjalani perkara kekerasan terhadap anaknya itu tidak boleh main-main agar mendapatkan keadilan dan efek jera terhadap terdakwa.
“Kami hanya ingin proses penganiayaan yang terjadi terhadap anak saya berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelas Elian.
Sementara, Kajari Tuba yakni Devi Fredy Mustika, SH., MH meminta kesabaran kepada keluarga korban penganiayaan, proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami tidak ada kepentingan dan kami pastikan bahwa penegakan hukum tetap akan berjalan sesuai dengan alurnya, perihal dengan perkara yang sedang terjadi ini kita tangani, secepatnya,” Ujar Devi Kajari Tuba.
Devi menyampaikan bahwa pihaknya akan senantiasa menunjukkan bahwa lembaga yang dipimpinnya mempunyai trust yang bertanggung jawab dan mempunyai warna dalam penanganannya.
Diluar permasalahan ini, menurut Devi, dirinya menyiapkan ruang sinergritas yang selalu terbuka dan jangan lupa bangunlah juga dengan etika, sehingga dapat maju kedepan untuk mencapai tujuan,”tuturnya.
“Kita harus saling memahami dan saling mengingatkan, pergunakan momentum dengan sebaik-baiknya, kritik yang membangun sangat dibutuhkan agar kami merasa ada rambu-rambu yang tidak boleh dilewati dan itu merupakan tanggung jawab moral bagi saya. Saya harap kontrol teman- teman agar kita bisa mengawal pembangunan di Kab. Tulangbawang, Ini semata-mata merupakan penegasan dari penegakan terhadap hukum yang harus ditindak lanjuti kedepannya tidak akan ada hambatan,” harapnya.(Red)