Tersangka Peragakan 87 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Way Kanan
Way Kanan (Suarapedia.id) — Sebanyak 87 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan diperagakan oleh tersangka. Sabtu, (08/10/2022).
Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesna menjelaskan pada Jumat 7 Oktober 2022 sekitar pukul 13.00 s.d 14.30 Wib tim rekonstruksi gabungan telah melaksanakan rekonstruksi 1 (satu) peristiwa pembunuhan terhadap korban 4 orang yakni Zainudin (66), Siti Romlah ( 57 ), Wawan Wahyudin (46) dan Zahra (6) dengan TSK inisial E.
“Sebanyak 52 (lima puluh dua) adegan Rekonstruksi diperagakan oleh tersangka inisial E,” kata AKBP Teddy.
Selanjutnya sekitar pukul 14.30 s.d 16.00 Wib tim gabungan melaksanakan rekonstruksi ke 2 (dua) peristiwa pembunuhan korban 1 orang an. Juwanda ( 26 ) dengan TSK inisial E dan DW.
“35 (tiga puluh lima) adegan rekonstruksi diperagakan oleh TSK,” ungkap Kapolres.
Kapolres mengatakan, atas perbuatannya membunuh korban a.n Juanda pd sekira bulan April 2022, yang bersangkutan TSK E dan DW (anak dibawah umur) dikenakan pasal primer pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP Jo pasal 55 KUHP Jo UU No 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.
“Sementara untuk Tsk E yang membunuh 4 korban a.n Zainudin, Siti Ramlah, Wawan dan Zahra pada sekira Oktober 2021 dikenakan pasal primer pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP,” ujar Kapolres.
Disisi lain, Penasehat Hukum Kedua Tersangka, Fery Sonery membenarkan bahwa pihaknya telah ditunjuk oleh Penyidik Polres Way Kanan sebagai Penasehat Hukum dari Tersangka E (40) dan DW (17).
“Kami sudah mendampingi kedua tersangka untuk menjalani pemeriksaan di Polres Way Kanan. Kemarin, kami juga mendampingi kedua tersangka untuk mengikuti kegiatan Rekontruksi di TKP,” kata Fery saat dikonfirmasi Suarapedia.id. Sabtu, 8 Oktober 2022.
Dia mengatakan dalam rekontruksi tsb Rekan Advokat Muhammad Djatmiko dan Bahari Sanjaya mendampingi kedua tersangka mengikuti rangkaian adegan rekontruksi.
Terkait pasal yg disangkakan kepada kedua tersangka yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pihaknya mengaku menghormati hal tersebut sebab merupakan kewenangan dari penyidik.
“Kami akan mendampingi kedua tersangka untuk menjalani proses hukum sampai di persidangan karena kedua tersangka berhak untuk didampingi dan mendapatkan pembelaan terlebih lebih lagi ancaman hukuman untuk kedua tersangka sangat berat,” ungkap Fery Soneri. (MOES)